Tuesday, March 19, 2013

AKU CINTA INDONESIA! part 2



Source: http://www.enchantedlearning.com/asia/indonesia/

Kemarin saya dihadapkan pada suatu kejadian lagi yang membuat saya bangga menjadi anak Indonesia. Fakta yang membuka mata saya bahwa negara dimana saya tinggal ini adalah sebuah negara yang besar. 

Saya bekerja di multinational FMCG yang beroperasi hampir di seluruh negara-negara di 5 benua (ini agak sedih sih, karena jadi antek-antek bule :(. Tidak jarang kami menerima kunjungan dari headquarter atau negara lain yang ingin mempelajari fenomena pasar Indonesia yang sedang growing dan memiliki potensi sangat besar (ini juga suatu kebanggaan yang lain, semua yang besar-besar ada di Indonesia :). CEO Global dari headquarter pun pernah datang tahun lalu, dimana visitnya pun heboh sekali persiapannya. Kami sebut visit tersebut adalah VVIP visit dimana semua hal harus  disempurnakan, tanpa cacat, jadi harus make up dan touch up dimana-mana. Hingga hari ini, tanggal 18 Maret tibalah kunjungan dari negara tetangga kita, Malaysia.

Sekilas tentang pekerjaan yang saya lakukan di multinational FMCG ini adalah sebagai Key Account Manager (KAM) untuk manage key customers (retailers, seperti Indomaret, Alfamart, Hypermart, Carrefour, dsb). KAM adalah bagian dari departemen sales. Dimana dalam sales pun akan dibagi menjadi dua bagian lagi, yaitu traditional trade dan modern trade. Traditional trade tentunya adalah penjualan pada pasar-pasar tradisional, toko-toko kelontong, atau juga alternative channel, seperti warung rokok, rombong, kantin sekolah, kantin kampus, kantor dan lain sebagainya. Sedang modern trade adalah lawan dari tradisional trade, dimana peristiwa pembelian terjadi dengan sistem yang teratur dan di tempat yang modern, seperti mall. Selain itu bisa juga dilihat dari luas outlet, seperti hypermarket (paling luas, ±2500 m2), supermarket (terluas kedua setelah hypermarket) dan minimarket. Sehingga menjadi seorang KAM secara umum tugas-nya adalah untuk menjaga relationship dengan para retailers sebagai pelaku modern trade dan juga kejar target sales tentunya.
 
Nah, si visitor dari Malaysia ini datanglah ke Indonesia untuk belajar tentang pe-minimarket-an di Indonesia. Visitornya ada 2 orang, 1 orang adalah Customer Bussiness Manager di FMCG tempat saya bekerja cabang Malaysia. Sedang 1 orang lagi adalah General Manager IT system dari salah satu minimarket Malaysia.

Awalnya sih saya pikir, wah ada orang Malaysia nih kesini buat apa ya? Seharusnya sih kalo dilihat dari kemajuan ekonomi, mereka sudah jauh lebih baik dilihat dari pembangunan negara Malaysia yang super cepat. Namun, jika dibandingkan dengan volume, apple to apple antara Malaysia dengan Indonesia ya tidak akan ketemu karena size kita sangat besar, mulai dari luas wilayah negara hingga populasi penduduknya.

Jadi, sebagai KAM salah satu minimarket ini, saya menemani mereka visit ke Alfamart. Mereka mengungkapkan kekaguman tentang kesuksesan Alfamart yang berhasil untuk me-maintain bisnis mereka dengan mengelola ±  7.300 toko hingga hari ini. Sementara jumlah toko paling besar yang dimiliki oleh minimarket Malaysia ini baru 420 toko, dan ini adalah minimarket nomor satu di Malaysia. Weleh kok dikit yaa..tapi ya memang dari segi jumlah penduduk segitu cukup seharusnya buat Malaysia. Itu baru dari Alfamart lhoh, belum minimarket satu-nya lagi, yaitu Indomaret yang jumlah tokonya sedikit lebih banyak dari Alfamart, ± 7.700 toko. 

Waaahh kalo digabung jumlah toko kita sudah ± 15.000 dan bangganya dua-duanya pemiliknya dan juga pengelola-nya adalah orang Indonesia. Rasanya bangga banget…kita memang terlihat sangat digdaya. Perasaan bangga dan cinta terus bersemi untuk bangsa yang besar ini. Sampe-sampe ketika salah satu visitor bilang begini “have you come to Malaysia? You should come to Kuala Lumpur. It’s very nice city”. Eh dasarnya saya yang sering sebel sama Malaysia langsung jawab “eh..oh yah? I think I’m going around Indonesia first. We have a very large country with beautiful beach everywhere ;-)”. Hahahaha ngacoo abis, dasarnya ga mau ngalah mereka muji-muji si Malaysia  terus.

Seharian saya menemani mereka visit, ke head office Alfamart untuk bertemu langsung dengan orang Alfamart dan juga menengok daily operation Alfamart. Kemudian saya ajak mereka keliling ke Carrefour dan Lottemart. Mereka juga amaze sama buying power orang Jakarta, dimana emang banyak banget mall dan juga semua produk yang mahal-mahal pun tetep aja laku di jual di Indonesia. Ini juga bisa dibanggain sii, orang Indonesia udah mulai kaya-kaya.

Jadi, kalo dilihat dari size, sebenarnya nih ya kita bisa banget lebih lebih dan lebih besar dari Malaysia. Lihat aja dari luas wilayah, Indonesia mempunyai luas 1.990.250 km2 (negara terbesar peringkat 13), dan Malaysia luasnya 329.750 km2 dengan urutan negara terbesar ke-66 (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_luas_wilayah). Secara sumber alam seharusnya kita bisa banget besar dan mensejahterakan masyarakat, tentunya dengan pengelolaan yang tepat dan juga orang yang tepat. Duh kalo gini saya jadi pengen jadi Presiden lagi, gemes liat Pemerintah yang sepertinya susah sekali untuk memajukan bangsa. Setidaknya jadilah negara mandiri yang bisa menaungi rakyat kecil di seluruh penjuru Indonesia. Membimbing setiap penduduk agar dapat memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan, sehingga tidak perlu pergi bekerja ke negeri jiran tersebut :(

Jika digali lebih dalam lagi, masih banyak kelebihan negara kita dibanding dengan Malaysia, dari segi wilayah, penduduk, ekonomi, sumber daya alam, bahkan wisata. Part yang terakhir ini adalah yang paling menarik, karena banyak orang yang bangga dengan foto background menara Petronas. Well hey people, come on we’re big than only those Petronas Tower. Lets promote our country more, we have much much much beautiful place to go. Start from Sabang, Weh Island to Raja Ampat, Papua. Coba deh browsing setiap sudut Indonesia itu cantiiik…beauuutiful! Memang mungkin agak mahal untuk keliling, jadi banyak-banyak nabung yaa :)

Karena menjadi Presiden kemungkinannya sangat kecil, jadi setidaknya kita bisa berbuat sedikit-sedikit untuk kemajuan bangsa ini. Entah dengan promosi wisata Indonesia kecil-kecilan ke teman-teman, buang sampah pada tempatnya, hemat air, ga usah demo-demo gak jelas, ga usah korupsi juga, semua yang lurus dan halal-halal saja. Dengan sedikitnya kita, dimulai dari kita, dan mempengaruhi teman-teman kita saja, semoga bisa berdampak besar nantinya.

Atau jika memang sangat apatis dan ga mau ngapa-ngapain setidaknya berdoa demi kemajuan bangsa ini. INDONESIA IS BIG! VERY BIG!

Kita patut bangga dan cinta INDONESIA.

Semoga kedepannya Pemerintah dapat bekerja lebih keras dan maksimal lagi demi kemajuan bangsa Indonesia. Amin.